Puisi Tradisional

Puisi Tradisional KOMSAS

Puisi Tradisional Tingkatan 1

Pantun Dua Kerat (Nasihat)

Berapa jauh wujud dengan sifat,
Sejauh lutut dengan pelipat.

Sarang semut dalam gelap, 
Orang selimut selalu lelap.

Hitam-hitam pucuk kawa,
Sungguh hitam dipandang lawa.

Emas, perak, tembaga, suasa,
Malas bergerak tidak merasa.

Buah sintang buah senikul,
Satu memegang satu memikul.

Mohd Yusuf Md Nor dan Abd Rahman Kaeh
Rampaisari Puisi Warisan, 1985
Fajar Bakti Sdn. Bhd.

Syair Pohon Buluh

Menara tinggi banyak bertingkat,
Di sana tiada bilik bersekat,
Tiada bertangga naik melekat,
Mata-mata menjaga segenap pangkat.

Yang ada sedia panji-panji bendera,
Hingga sampai ke kemuncak menara,
Banyak ada ia bersaudara,
Yang ada pula bersama gara.

Selalu dipandang dilihat adanya,
Tinggi rendah dijerat pangkatnya,
Besar kecil ikat binanya,
Terlalu kuat pula asasnya.

Ikatnya licin di luar di dalam,
Gelapnya di dalam seperti malam,
Air tak tiris seperti kolam,
Ikat tingkatnya tak nampak alam.

Mohd Yusuf Md Nor dan Abd Rahman Kaeh (Penyelenggara)
Puisi Melayu Tradisi, 1985
Fajar Bakti Sdn. Bhd.

What are your feelings
Updated on April 5, 2022

What do you have to say ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.